Ikatan Logam: Definisi, Sifa「Introduction to Indonesia Lottery」t

  • 时间:
  • 浏览:0
insight di email kamu.

Daftarkan email

Ikatan logam terdiri dari atom-atom unsur logam yang saling berikatan dan tersusun sangat rapat.

Sehingga dapat dikatakan bahwa atom-atom dalam ikatan logam saling berbagi dan menggunakan elektron valensi secara bersamaan.

Disadur dari Britannica Encyclopedia, elektron valensi (elektron kulit terluar) dari masing-masing atom logam saling tumpang tindih dan mengakibatkan elektron valensi dapat bergerak dengan bebas (terdelokalisasi).

Logam memiliki sifat daktilitas, yaitu ia dapat menahan tegangan tanpa mengalami kerusakan misalnya logam dapat ditarik maupun diregangkan tanpa putus.

Ikatan logam memberikan sifat konduktivitas atau membuat logam dapat menghantarkan baik listrik dan panas.

Dilansir dari Chemistry LibreTexts, lautan elektron mengelili proton seperti bantalan. Sehingga saat logam ditempa dengan palu, proton akan diatur ulang dan laut elektron kembali mengelilinya.

Struktur atom ikatan logam tidak retak atau rusak saat ditempat, melainkan hanya berubah bentuk.

Ciri-ciri ikatan logam, yaitu:

Elektron valensi yang terdelokalisasi tersebut terus bergerak ke sana ke mari membentuk suatu keadaan yang dinamakan dengan laut elektron.

Dilansir dari Thought Co, hal tersebut dikarenakan atom tunggal atau seluruh lembarannya dapat meluncur melewati satu sama lain dan membentuk ikatan kembali seperti sediakala.

KOMPAS.com - Dalam ilmu kimia, ada beberapa jenis ikatan kimia berdasarkan sifat molekulnya yaitu ikatan ion, ikatan kovalen, ikatan molekul dan ikatan logam.

Adapun sifat-sfiat ikatan logam adalah:

Ikatan logam memiliki ikatan yang kuat dari elektron-elektron valensinya yang terdelokalisasi. Sehingga dibutuhkan energi yang besar untuk dapat mengurai ikatan kuat logam. Hal tersebut membuat logam memiliki titik didih serta titik leleh yang tinggi.

Ikatan logam adalah ikatan kimia yang terjadi antara unsur-unsur logam. Ikatan logam dapat terjadi pada unsur logam murni, logam campuran, maupun unsur-unsur peralihan (metaloid).

Ikatan logam terjadi pada semua unsur logam misalnya:

Baca juga: Gaya Antarmolekul: London, van der Waals, dan Ikatan Hidrogen

Dilansir dari BBC, semakin besar jumlah elektron valensinya maka akan semakin meningkat muatan positif pada ion logam dan elektron terdelokalisasi, sehingga ikatan antar logamnya akan semakin kuat.

Ikatan logam yang terbentuk dari laut elektron membuatnya memiliki sifat lentur. Sehingga logam dapat ditempa, dipipihkan, dan dibentuk tanpa hancur seperti saat kaca ditempa oleh palu.

Hal ini dikarenakan adanya lautan elektron valensi dalam logam. Elektron yang terdelokalisasi tersebut dapat bergerak bebas membawa panas atau listrik dari satu sisi ke sisi lainnya.

Hampir seluruh jenis logam terlihat berkilau atau mengkilat. Hal tersebut dikarenakan lautan elektron valensi yang memantulkan foton (partikel cahaya) yang mengenai permukaan logam.

Baca juga: Larutan Elektrolit dan Ikatan Kimia

Baca juga: Jenis-Jenis Ikatan Kimia

Elektron yang bergerak bebas (terdelokalisasi) menghasilkan gaya tarik-menarik yang kuat dalam ikatan logam.

Baca juga: Aturan Oktet dalam Kimia